Selamat datang di blog PESONA BISNIS

Jumat, 24 April 2009

Sekolah 01

SD PANGGELAR BUDI 2 CIMAHI

LAKSANAKAN PROGRAM KELAS LAYANAN KHUSUS

Sekola dasar Panggelar Budi yang beralamat di jalan Ciawitali No 51 Kelurahan citeureup Kec Cimahi Utara Kota Cimahi berupaya mengembangkan segala potensi yang dimiliki dan ditetapkan dalam standar nasional pendidikan khusus.

Visi yang diemban SDN Panggelar budi 2 Cimahi adalah melalui gemar membaca,unggul dan berprestasi, taqwa dan beriman. Sedangkan misinya adalah mewujudkan sekolah yang berwawasan lingkungan, berprestasi,unggul, santun dalam dalam bertutur, bijak dalam bertindak. Untuk mewujudkan visi dan misi sekolah agar menjadi suatu kenyataan maka segenap pihak yang ikut bertanggung jawab terhadap kebrhasilan misi dan visi ini harus melakukan berbagai upaya yang sungguh-sungguh .

Usaha yang tengah dilakukan sebagian diantaranya; mengembangkan kurikulum tingkat satuan pendidikan di sekolah. Melaksanakan proses belajar mengajar dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan bermakna, menerapkan sustem MBS secara konsisten, meningkatkan sumber dana dan biaya penyelenggaraan pendidikan,meningkatkan kompetensi pendidikan tenaga kependidikan yang memiliki kemmpuan profesional yang tinggi sesuai dengan yang diharapkan. Serta meningkatkan sarana dan prasarana serta fasilitas sekolah yanga dapat menunjang proses Kegiatan Belajar mengajar.

Sarana dan prasarana yang tersedia di lingkungan SDN panggelar Busdi ! sudah memenuhi standar kriteria sekolah dengan menyediakan sarana-sarana penunjang untuk kemajuan dan ajang kreatifitas sisswa seperti sanana belajar yang memadai dan sedangkan sarana olahraga memang perlu ditambah. Luas bangunan yang ada sekitar 321 m2 yang permanen dan merupakan tanah wakaf.

Sarana dan prasarana yang ada ini adalah untuk melajayani para siswa yang temngah belajar di sekolah ini .Jumlah nurid laki-laki 124 norang dan pwrwmpuan 155 orang total semua siswa adalah 279 siswa. Untuk mendukung keberhasilan pendidikan para siswa disekolah ini, ada sekitar 14 orang tenaga pengajar dengan kualifikasi pendidikan yang beragam. Mulai dari PGSD hingga sarjana.Untuk kelancaran kegiatan skolah direkrut pula penjaga sekolah yang memiliki latar belakang poendidikan SLTA.

Laksanakan program Kelas layanan khusus ( KLK)

SD negeri Panggelar Budi 2 kota Cimahi salah satu saekolah di jawa Barat atau satu-satunya sekolah di kota Cimahi telah menyelanggarakan Kelas Layanan Khusus (KLK) selain kegiatan sekolah reguler biasa. Program ini dilaksanakan untuk melayani para siswa telah drop out dari sekolah, agar para siswa ini bisa menyelsaikan pendidikan tingkat dasarnya sampai tuntas.

Menurut keterangan Kepala sekolah ibu Marliah bahwa kegiatan kelas Layanan khusus (KLK) ini telah bejalan beberapa bulan di sekolah ini. Respon masyarakat terhadap program khusus ini cukup baik. Saat ini ada sekitar 20 orang siswa yang mengikuti program KLK. Para siswa ini duduk di kelas sesuai kemampuan mereka. .Untuk mendukung terlaksana nya program dengan baik, maka terlebih dahulu SDM yakni para gurunya ditatar terlebih dahulu. Kepala sekolah dan beberapa orang guru SD panggelar budi 2 telah mengikuti penataran di puncak Kota Bogor. ( Wawan Rusmawan)***

Sekolah 02

SMP WIYATA BAKTI CIMAHI

MENGHASILKAN TAMATAN YANG MANTAP

Sekolah menengah pertama (SMP) Wiyata Bakti Cimahi letaknya sangat strategis yakni ada di Jalan Jenderal Sudirman 150 Telp (022) 6641374 . Sekolah ini , merupakan salah satu sekolah menengah pertama tertua dari beberapa sekolah pertama yang ada di Kota Cimahi.Dididrikan sekitar tahun 1980. Dan hingga sekarang keberadaan SMP ini masih terus eksis, menjalankan fungsinya melayani keperluan pendidikan bagi masyarakat. Animo masyarakat untuk mengikuti pendidikan di SMP Wiyata bhakti masih tetap besar. Itu terlihat dari jumlah siswa yang ada disekolah ini relatif stabil.

Menurut kepala sekolah SMP Wiyata Bakti H. Ahmad Sudjadi,S.Pd,MM. bahwa sekolah ini bisa eksis sampai sekarang adalah berkat kerjasama semua pihak. Kepa sekolah, guru, tata usaha, para siswa ,orang tua siswa serta masyarakat dan berbagai pihak yang mendukung terhadap kemajuan sekolah ini.

Sebagaimana sekolah lain, sekolah ini terus bebenah diri meperbaiki berbagai aspek untuk kemajuan sekolah. Perbaikan sarana dan prasarana, memberi kesempatan pelatihan (diklat) bagi para guru, agar guru mampu meningkatkan kinerja dan profesionalismenya. Tertib administrasi ditingkatkan. Semua dilakukan agar sekolah ini mampu menjalankan visi dan misinya sebagai lembaga pendidikan yang bisa membantu suksesnya para siswa dalam belajar. Diharapkan output (lulusan) dari SMP Wiyat Bakti ini bisa menjadi manusia berakhlaqul karimah , berprestasi, mampu berdikari serta bisa melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

SMP Wiyata Bakti telah memiliki bangunan sendiri. Kegiatan pembelajaran di sekolah ini dilakukan pada pagi hari. Para siswa cukup aktif mengikuti kegiatan pembelajaran berdasarkan kurikulum yang dianjurkan oleh dinas Kota cimahi dengan penekanan kepada proses dan produk belajar siswa menciptkan sekolah sebagai suatu wawasan Wiyata mandala.

Selain mengikuti akativitas pokok tersebut, para siswa di sekolah ini, bisa memilih kegiatan ekstra kurikuler yang disukainya. Kegiatan pilihan para pelajar ini cukup banyak misalnya: Gerakan pramuka, kegiatan rohis, kegitan Palang merah remaja,Kegiatan Paskibra, kegiatan Teater Webe, Kegiatan seni sunda, Kegiatan karya ilmiah remaja, Kegiatan Bina Vocalia dan kagiatan ekta lainnya. Selain itu ,sekolah ini menyelenggarakan program unggulan yakni program: pendidikan Hidup(life Skills) Menjahit/tata busana, Program Kecakapan Hidup (life Skill Komputer).(Wawan Rusmawan)***

Jumat, 17 April 2009

Jurnalistik Bagi Siswa

Oleh : Wawan Rusmawan

Salah satu pilihan kegiatan siswa dari ektra kurikuler adalah penerbitan sekolah. Yakni aktivitas siswa mengelola penerbitan majalah dinding, buletin sekolah atau penerbitan yang sejenis dengan itu . Umumnya para siswa yang berminat kepada ilmu jurnalistik ini tentu memiliki perhatian yang cukup besar terhadap maju mundurnya majalah atau buletin sekolah.

Dari pengamatan penulis terhadap penerbitan ini di beberapa sekolah di Cimahi dan kab Bandung . Hampir setiap sekolah telah memiliki majalah dinding(mading), buletin sekolah. baik dari yang paling bagus sampai ke yang sederhana pengelolaanya. Para siswa menerbitkan mading atau buletin sekolah untuk lingkungannya dengan berbagai variasai tulisan ,baik karya para siswa sendiri maupun tulisan berupa kliping yang berasal dari koran,atau majalah bahkan dari internet yang menarik untuk dibaca para siswa lainnya .

Sebagai calon-calon jurnalis di masa depan , para siswa yang terlibat dalam penerbitan sekolah ini , rajin melakukan perbaikan terhadap penerbitan majalah atau buletin sekolahnya. Para pengurusnya terus membaca , bertanya bahkan ada juga yang ikut pelatihan jurnalistik agar ilmu jurnalistiknya bisa diterapkan di majalah atau buletin sekolahnya. Bahkan para redaktur penerbitan ini tak segan-segannya minta saran dan pendapat dari pelajar lainya agar majalah atau buletin yang dikelolanya bisa berkembang. Dengan cara begitu para siswa bisa terus melakukan perbaikan dari bwrbagai kelemahan terhadap terbitan yang dikelola di sekolahnya. Selain itu para siswa yang bergiat dalam kegiatan jurnalistik ini bisa mendapat kepuasan untuk berkarya dan bagi mereka pun aktivitas ini bisa menanbah pengetahuan dan pengalaman.

Memang akses bagi para siswa mengembangkan kegiatan membaca dan menulis sebagai upaya menyalurkan hobinya tak sebatas di sekolah saja. Para siswa bisa menebarkan karyanya lewat media cetak yang ada. Untuk siswa SD bisa menyalurkan tulisannya ke Pikiran Rakyat minggu rubrik Percil, untuk para siswa SMA, SMP bisa menyalurkannya ke Belia suplemen Pikiran Rakyat terbitan Selasa , Rubrik Belia atau juga bisa ke Gala Media serta media cetak lainya yang menampung karya para siswa atau remaja.

Perhatian para praktisi jurnalis, penulis terhadap para siswa yang meminati hobi menulis atau terjun di dunia jurnalistik cukup besar hal itu tercermin dari buah pena mereka yang mengajak para pelajar untuk belajar atau menekuni dunia jurnalistik. Buku- buku jurnalistik yang bisa dibaca antara lain : Bambang Trim dengan karyana Jurnalistik untuk remaja, Prof Drs. M . Atar Semi .dengan bukunya Berlatih Menjadi Wartawan Kecil, Dra. Vero Sudiati Cs. dengan bukunya menjadi wartawan Muda.

Selain itu, sejumlah buku jurnalistik patut pula dibaca para siswa yang gemar menulis dan bergerak di dalam kegiatan penerbitan sekolah. Buku Cara gampang jadi wartawan( AA Kunto A) , Jurnalistik Terapan ( Asep Syamsul M Romli), Kaliumat Jurnalistik (A.M.Dewabrata), Paragraf Jurnalistik (Dr .R. Kunjana Rahardi, M.Hum). Buku ini tentu saja akan menambah wawasan siswa dan bisa menjadi motivasi untuk memahami dunia jurnalistik.

Bahkan untuk menambah pengetahuan,wawasan para siswa kerap diadakan pelatihan jurnalistik (citizen journalist) bagi para pelajar ,baik yang diberikan oleh perorangan ,kelompok organisasai atau pun media cetak. Aktifitas ini terus berlangsung di berbagai kota khususnya di Bawa Barat. Surat kabar terbesar di Jawa Barat yakni Pikiran Rakyat telah beberapa kali menggelar kegiatan Jurnalistik diberbagai sekolah di kota-kota di jawa barat. Dan tentu saja kegiatan ini mendapat respon yang cukup baik dari para pelajar.

Untuk menguji kreatifitas siswa dalam bidang jurnalistik ini ada beberapa pihak termasuk beberapa sekolah yang mengadakan perlombaan membuat majalah dinding ( Mading ). Kegiatan lomba ini dikuti berbagai sekolah. Tentu saja dalam lomba seperti ini hanya para peserta yang kreatfilah yang mampu menjadi pemenang kegiatan lomba.

Keterlibatan siswa dalam kegiatan jurnalistik merupakan hal yang positif . Kegiatan tersebut sebagai wahana menyalurkan hasrat dan bakat para siswa untuk mengasah kemampuannya dalam membaca ,berwawancara mengamati dan menulis. Kegiatan mereka memang perlu mendapat dukungan agar potensi mereka bisa berkembang dengan baik.***

Penulis. Wawan Rusmawan .Alumni Pendidikan Kewartawanan YDI Bandung 87. Anggota AGP. PGRI. Jawa Barat.

Minggu, 12 April 2009

Cacatan perjalan


-->

Ada saat dimana kaki ini harus melangkah. Melangkah menuju tempat yang sudah kucatat dalam catatan harian. Sebuah tempat berkumpulnya insan-insan belia mencari ilmu. Ada tempat yang asri ,bagus,berseri dan nyaman untuk menimba ilmu tapi ada pula tempat yang kumuh .Tentu saja terkadang bagi insane-insan muda tempat itu tak terlalu dipersoalkan .Mungkin bagi penghuni tempat yang kurang baik yang terpenting bagi mereka adalah setetes ilmu sebagai bekal dalam menapaki hidup.
Di tempat itu anak-anak muda belajar membaca,menulis,berbicara ,diskusi,berdebat, beradab sopan santun., belajar menghormati, menghargai. Disana itu pula anak-anak muda ini belajar menangis ,marah, simpaty, empati , . Kebanyakan anak-anak muda bias melewati masa suka dan dukanya di tempat itu. Bahkan saat meninggalkan tempat itu. Banyak anak-anakmuda ini meninggalkan kartu nama dalam hati para guru. Demikian pula anak-anak muda ini sambil meningagkan tempat menyimpan dan mematri nama-nama guru dalam hati mereka.
Entah karena apa , aku suka menyempatkan diri menjelajahi tempat tersebut. Aku kerap berbincang dengan insan-insan yang tinggal di tempat itu. Tempat itu adalah Sekolah. Yach di situlah aku banyak menemukan berbagai macam aktifitas yang dilakukan oleh para civitas academika. Para siswa, guru, Tata usaha, pesuruh , dan kepala sekolah. Aku tak jarang membuat catatan tentang aktifitas mereka. ( Wawam Rusmawan)***